Mengejar Juara
Karya : Komang subagia
Buku adalah sahabatku, aku adalah seorang
laki-laki berumur 15 tahun, aku bersekolah di SMAN 1 Mappedeceng, dan sekarang
aku duduk dikelas sepuluh, dari sekian banyak siswa disekolah SMAN 1
Mappedeceng bisa dikatakan aku adalah anak yang paling culun di sekolah ku, baju
didalam dengan gaya rambutku yang tertidur kesamping, teman-temanku sering
memanggil ku “cupu”dan“Nyelep” ini adalah bahasa bali yang bila diartikan
rambut tidur. Sehari-harinya bila ada waktu luang sedikitnya aku sempatkan
untuk membaca buku.Dalam hidupku aku slalu ingin menjadi juara dan menjadi yang
terbaik dari yang terbaik.
Disuatu pagi cerah, ayam jago milik tetangga ku
membangunkanku, menandadakan waktu ku untuk sekolah, akupun mandi dan
mempersiapkan alat-alat sekolah ku. Rambutku ku kusisir dengan gaya khasku,
baju ku kurapikan dan kuselipkan dicelanaku, setelah selesai aku berangkat
kesekolah, dengan ditemani sepeda motorku aku berangkat kesekolah, setibanya
disekolah aku melakukan kegiatan belajar seperti biasanya.
Waktu istirahat tiba, aku duduk dikelas dan
bercerita-cerita dengan temanku Yudit dan Edi, tiba-tiba ada seorang temanku
memanggilku, katanya aku dipanggil oleh guru agama ku, aku pun terkejut, apakah
yang terjadi….??,jantungku berdebar tangan ku terasa dingin. Aku pun menemui
guru ku dan bertanya,ada apa ia memanggilku…?, ternyata ia berkata bahwa 1
minggu lagi aku akan ikut lomba. Hati ku senang, tangan ku kembali hangat
tetapi jantungku tambah berdetak kencang, dan aku pun kembali kekelas.
Bel berbunyi, aku dan teman-temanku pulang. Setibanya
dirumah aku bercerita pada ibu ku, ibuku sangat senang mendengarnya. Setiap
malam aku belajar dengan sungguh-sungguh agar aku dapat menjuarai lomba itu.
Harapan untuk bisa menjuarai lomba itu, membuat ku semakin membuat ku
bersemangat belajar.
Waktu lomba tersisa 4 hari lagi aku pun memperpadat jam
belajar ku, bahkan saking semangatnya aku selalu bangun jam 2 pagi untuk belajar, namun
keesokan harinya penyakitku ku yang lama yaitu kurang darah mulai terasa kembali tubuhku panas dan terasa
dingin aku tidak dapat bangun dari tempat tidurku selama 1 hari aku dirawat
oleh ibu ku dan ibude ku yang merupakan seorang tukang urut, selama satu hari
itu aku diceramahi oleh ibude ku, karena aku selalu lupa waktu dan memaksakan
diri saat belajar, aku tahu itu memang mengesalkan tapi aku tau ibude ku benar
aku memang jarang tidur, dan aku rasa ibude ku juga ingin yang terbaik untuk
ku, keesokan harinya aku sudah bisa bangun namun panas dingin di tubuh ku masih
terasa, aku belajar di kamarku dengan posisi tidur, aku merasa persiapan ku masih
kurang sehingga aku sudah mulai berpikir akan kalah pada saat itu.
Besok adalah yang ditunggu, ya… benar besok adalah
perlombaan olimpiade agama sekecamatan di Sukamaju. Namun ibu ku melarang ku
pergi, karena kondisi ku yang masih belum sehat, hal ini tentu sangat berat dan
menjadi beban yang sangat mengesalkan dihatiku, dan berjuang untuk membujuk
ibuku agar mengizinkan ku, aku berpura-pura sehat agar dapat diizinkan untuk
pergi, tapi tetap saja ibu ku melarang ku untuk pergi, aku kesal…aku tidak mau
makan dan semalaman tidur dikamar, namun malam itu ibude ku datang dia menyakan
keadaan ku pada ibu ku, dan ibu ku menceritakan hal yang terjadi pada ibude ku dan
akhirnya ibude ku membujuk ibuku agar mengizinkan ku pergi lomba, dan akhirnya
ibu ku berubah pikiran dia mengetuk pintuku dan mengatakan bahwa aku diizinkan
untuk pergi lomba, akupun sangat senang akan hal itu. Dan syukurlah aku rasa
persiapan ku cukup untuk lomba ini.
Pagi yang cerah semakin menyemangatiku.. aku terbangun
dari tidurku.. jam dinding ku telah menunjukan jam 07.00 aku pun segera mandi
dan bergegas, setelah selesai aku berangkat untuk pergi ke rumah guruku
terlebih dahulu, setibanya disana ternyata telah banyak anak-anak yang
berkumpul untuk sebagai penyemangat. Aku dan dua orang kakak kelasku yang akan
ikut lomba berkumpul dan mulai melakukan tes terlebih dahulu untuk mengetahui
kesiapan kami, dan kami pun sudah merasa siap, kami serombongan berangkat ke
tempat diadakanya lomba.
Setibanya disana….suasana sangat ramai, aku melihat
banyak teman-temanku disana yang berasal dari utusan sekolah lain, jantungku
mulai berdebar, tangan ku terasa dingin, dan hatiku mulai bertanya-tanya,
apakah aku akan menang…?.
Perlombaan dimulai kami mendaftarkan nama di ruang
pendaftaran, babak pertama adalah babak penyisihan, grup ku berada pada grup B,
dengan menggunakan piring seng yang dipukul untuk tombol yang menandakan bahwa
pertanyaan akan dijawab pertanyaan pun di lontarkan pada kami.
Sungguh keajaiban kami berhasil dibabak penyisihan ini,
kami masuk kebabak final melawan SMAN 1 Masamba dan SMK Sukamaju, suasana
semakin menegangkan, guru agama ku menonton dengan sangat tegang, suara
teman-teman ku menyemangatiku aku pun menggerutu, aku yakin aku pasti
bisa…suara piring seng bergenteng bersahut sahutan ketika hendak menjawab
pertanyaanya… dan benar saja nilai grup kami paling tinggi kami pun menjuarai
lomba ini kami mendapatkan juara 1 aku sangat bangga akan hal tersebut karena
aku berhasil membawakan sebuah piala untuk sekolah ku tercinta SMAN 1
Mappedeceng.
Setelah itu aku pulang dan memberitahukan hal ini pada
ibu dan bude ku. Suatu hal yang tidak sia-sia aku harus merasakan sakit dulu
ini hasilnya, itulah yang terbayang dalam pikiranku. Keesokan harinya adalah
hari senin, saat upacara bendera, kami diberikan sebuah pengargaan oleh kepala
sekolah, aku merasa sangat senang. Aku
lah sang pengejar juara.
*
SELESAI *
